Minggu, 25 Maret 2012

Menginspirasi disaat aku lemah

Hampir sepekan sudah terbangun ditengah orang-orang yang sedang nyenyak-nyenyakny ...
Memikirkan masalah,

Berbagai masalah demi masalah yang timbul di kehidupanku,
apalagi di usia yang semakin beranjak dewasa ini..
Membuatku sedikit lebih mengerti kehidupan yang sebenarnya..
Masalah yang timbul secara berganti,
Bahkan secara bersamaan telah membuatku tahu apa itu kehidupan..
Aku beruntung, mempunyai orang-orang yang selalu ada dan mendukung dimana aku berada..
Mereka mengerti keadaanku..
Mereka ikut campur, Tak masalah ! Karena aku yang memang membiarkan mereka masuk kedalam kehidupanku..
Masalah tak ubahnya seperti debu yang beterbangan di sudut-sudut kehidupan..
Aku tahu, apa yang kulakukan saat ini tak lebih dari cukup bahkan kurang...
Tapi, dukungan orang-orang yang menyayangiku sangat berarti, sangat berarti untuk terus membuatku berjuang menghadapi semua masalah..
Aku kesal, sangat kesal jika ada orang yang 'mengaku-ngaku' hak yang bukan miliknya.. Semua orang bahkan juga tahu jika hak itu bukan miliknya, tapi dia tetap saja 'bangga' . Aku benci keadaan seperti itu !
Keadaan dimana aku dan keluarga ku terlihat lemah, terlihat tak ada nilainya karena dia. Dia yang 'mengaku-ngaku' .
Ingin rasanya berteriak 'ini milikku, ini milikku, ini milik keluargaku. Bukan milik dia, dia hanya mengaku-ngaku saja !!!!!' tapi, cepat ku tepis karena orangtuaku tak mengajarkan aku seperti itu.. Mereka bilang, Orang yang paling bahagia itu tidak memiliki yang terbaik dari semuanya.
Aku bangga, bangga dan sangat bangga dengan orangtuaku, terutama bapak. Dia sosok yang menginspirasiku, jalan hidupnya sangat amat menarik bila ku ikuti..
Tapi, bapak melarangku, melarangku mengikutinya.. Dia ingin aku dapat yang terbaik, yang terbaik untuk kehidupanku. Dia ingin aku tumbuh dewasa dengan kecukupan, tak ada masalah yang menghampiri dan lebih dari dia..
Dia mengajarkanku bagaimana caranya berterimakasih kepada semua orang, sekalipun orang itu 'ngelunjak' kepada kita..
Dia selalu mengingatkan aku untuk selalu berbuat baik, memiliki yang terbaik dan memberikan yang terbaik untuk keluarga dan semua orang yang ada di sekelilingku.
Ibu juga sangat berperan penting saat aku sedang mengalami masalah di kehidupanku, walau ku tahu dia juga lagi ada masalah.. Masukan dan tindakan yang positif selalu bapak dan ibu berikan kepadaku, kepada anak-anaknya..
Seperti sekarang, saat kehidupan kecil kami sedang............ Ya, ada sedikit masalah dengan keluarga besar kami, kami sedang merasa dibawah,dan diinjak-injak oleh 'saudarabapak'. bapak hanya bisa diam, bersikap acuh tak acuh supaya mAsalah ini tak semakin besar karena bapak seperti sudah tahu akan imbasnya bila ia terus 'meladeni' masalah ini.. Bapak hanya bisa membuat yang terbaik..
Aku pun merasakan setetes embun di padangpasir yang sangat panas ini jika aku ingat kata-kata bapak..
Aku belajar dari pengalaman dia, dia yang memotivasi..

"The happiest people don't have the best of everything. They just make the best of everything"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar