Jumat, 06 Januari 2012

Kisah lalu yang akan jadi kenangan,pengalaman dan pelajaran

Seandainya saja waktu bisa terulang, waktu bisa membuatku kembali ke masa yg indah itu , pasti aku akan sangat bahagia sangat bahagia !

Waktu itu... Saat aku memasuki semester akhir di sekolah menengah pertama (SMp)

Awal perkenalan kami memang sudah dibilang telah lama, dekat dan semakin dekat juga sebelum aku bersamanya..

Hingga akhirnya, hari itu tiba !
Hari dimana aku bisa tersenyum lagi setelah 2minggu larut dalam kesedihan, kesedihan yg bergelumung dihati setelah "dia" pergi.

Aku sempat heran, sempat berpikir menerima kamu itu adalah hal bodoh, hal yg disebut teman2ku hnya "pelampiasan" tapi anehnya aku senang, aku senang dengan kamu.. Seakan beban yg lalu hilang, bhkan seakan kesedihan itu tak pernah menghampiriku..

Aku terbuai dengan rasa itu, hari-hari ku lalui .. Walau kamu jauh, walau tubuhmu tidak ada bhkan hampir tidak pernah ada didepanku. Tapi pelukan dari jauh seakan hangat terasa, suaramu mampu menenangkan hatiku disaat gelisah..

Waktu berlalu,, beberapa bulan sudah kita bersama, bersama menjalani suatu hubungan ini..

Aku merasa nyaman, merasa bahwa kamu itu adalah lelaki yg tepat mendampingimu kelak.. Ya, selain karna orgtuamu teman orgtuaku tetapi aku yakin pd saat itu kamu memang yg terbaik...

Sangat bahagia, saat itu saat pertama kali nya orangtuaku mendukung, karna aku janji dngan mereka aku bisa mempertahankan prestasi belajarku..
Bisa kubuktikan, pd saat penerimaan rapor semester 2 dan klulusan . Nilai "puas" ada ditanganku..

Orangtua mendukung .. Itu menambah kebahagiaanku..

Setengah bulan berlalu..
Dan kita sama-sama sibuk! Sibuk dengan segala hal-hal yg berkaitan dengan sekolah baru, sibuk ini itu ini itu...

Awalnya, kita sama-sama bisa maklum, intensitas komunikasi tak seindah seperti bulan-bulan lalu pun kita maklum.. Sampai akhirnya, tak bisa lagi dimaklumi..
Pertengkaran2 kaya ank kecil, seharusnya tak ada menjadi ada.

Keegoisan menghampiri, hingga saat yang sangat ditakutkan pun tiba. Bermula dari keegoisanku, aku yg memulai!
Sampai akhirnya kita berdua sepakat untuk berpisah..

Awal dari berakhirnya hubungan ini pun biasa, seperti masih berhubungan.. Masih saling ngontact walau cuma say hello.. Namun lambat laun semuanya hilang , semuanya pudar bak disapu ombak pantai...

Menyesal ! Itu kata yg kuucapkan ketika dia dekat org lain , dan tidak lain org itu sepupuku sendiri. :(
Rasa sakit hati menyelimuti, tapi aku sadar dia bukan siapa-siapa aku lagi. Dia hnya sebagian dari masa laluku..

Hampir satu tahun...

Saat itu dimana siswa kelas 3 SMA sdang melaksanakan UN /Uas "saya lupa" tante ku di luarkota mengadakan acara cukuran untuk anaknya, dan dia mengundang seluruh kluarga yg dijambi untuk pergi kesana, namun mengingat dan menimbang segala hal, jadi yg pergi ke lampung itu cuma kami b'3 (aku,bapakku dan mbah perempuanku) yg lain hnya menitip kado saja. Kami pergi menggunakan mobil pribadi. Sekalian refreshing lh ya, jadinya aku boleh ikut, :D

Malam,, lampung..
Ingin menikmati malam dikota orang, aku duduk di teras rumah tante ku bertiga sepupu. Menikmati keindahan malam di kota orang itu memang asyik.. Sepupuku itu.. Ah panggil sja dia reza . Reza blg "mbak, nnti ka Revan dtg kesini mau antar kue dri mamanya" aku cuma bilang "Ooo" dalam hati sangat sangat kacau ini perasaan, ntah senang, takut untk bertemu kamu.

Dan benar saja, kamu datang dengan senyum manismu melengkung di bibir indahmu.. Dalam hatiku "andai aku masih bersama kamu" . Kukira kamu akan menyapaku . Say hello , hai, apa kabar , selamat malam atau sapaan lain, tapi sayangnya tak ada satu kata yg kluar dri mulutmu .

Kecewa dongya ! Tapi mungkin itu wajar, wajar sekali kamu melakukan itu padaku ..

Besoknya, kamu kembali datang..
Kukira tak akan menyapa, so pasang muka sejutek-juteknya tapiiiiiiiii kamu menyapa ku "hei" wuiidiihhh ngefly dong aku :)
Apalagi oom bilang "eee Revan tolong oom beliin jeruk sunkist di alfamart depan sono, tolong ya ini pake aja motor oom tuh pergi berdua sama ponakan om" weeleeeeh oom ku yg satu itu emang paling cayo lh klo soal beginian :D
Berangkat dongkita ya, jlanan rame seperti hatiku yg sedang rame dgn perasan2 yg tak menentu *aseekkk

Ngobrol berdua, lumayan lama ngobrol berdua sebelum acara dimulai.. Lebih enak dari sebelumnya, indah sekali senyumnya merdu suaranya.. Andai saja kamu masih milikku van , batinku..

Acara selesai, tamu-tamu undangan pamit untuk pulang.. Rumah kembali sepi , hnya ada keluarga oom yg msih tinggal dan bersiap2 mau pulang juga.

Aku duduk di bangku panjang di samping rumah, mengutak-atik keypad handphoneku..

Lagi asyik-asyiknya.. Revan datang, duduk disampingku "hei, udah makan? Makan gih ntar keabisan" . Lagi-lagi dia masih bisa menggetarkan perasaanku. Grogi ? jelas ! Cuma kubalas dengan senyuman ucapan nya itu..

Hening...
Aku tetap saja memainkan handphone ku ini, sesekali ku lirik juga dia.. Ntah setan apa yang membisikkan telinga ini , aku pun bertanya "eh, udah dapet pengganti aku dong? Kan udah lama? Siapa? Kenalin boleh lah!"
Seketika itu juga ya dia tanpa basa-basi............ "Loh kok tau? Ada temen satu Sekolah, sama-sama kelas 2 juga tpi kita beda kelas. Namanya Andini." Dengan semangat 45 dia ceritain kekasihnya itu..
Lah aku ?!???? Seperti lagu d'madiv itu "DIAM TANPA KATA" cuma senyum-senyum gaje tpi dalam hatiii aiihhh masbro ! Kecewa, sakit hati ! Seharusnya tadi ga nanya kaya begituan !!!!!!

Giliran dia yang nanya . Pertanyaannya hampir sama kaya yang aku tanya tadi ke dia. Ya aku blg "hehehehe masih single" :(

Malam telah larut, rumah sudah sangat sepi . Lampu-lampu dimatiin..
Semua sdh tertidur, tinggal aku bengong bengong mikirin kejadian sebelum tidur ini -_-

Kenapa ? Kenapa harus kaya gini ?
Bisakah waktu itu diulang? jika bisa, mungkin aku tak akan memutuskan hubungan ini, hubungan kita yang indah ini...

Penyesalan selalu datang belakangan, tapi kurasa cukup, mungkin memang ini sudah aturan mainnya .

Aku bangga, aku senang, aku bahagia sempat memiliki,sempat merasakan kasih dan cinta dari kamu Van............

Dan tahukah kalian, penyesalan itu tak berlangsung lama,
Aku menemukan seseorang yang kuanggap bisa mengisi hatiku..
Kini, aku bahagia bersama dia..

Selamat tinggal masa laluku...
Selamat tinggal, akan kujadikan kisah ini sebagai pengalamanku,
pelajaran dari sebagian hidupku untuk masa depanku...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar